ah kami cuma bisa diam seperti dinding kamar kami yang menyaksikan debur ombak meraung lalu pecah bersama diam kami. Bertahun-tahun diam menua sendiri, bukan karena kami: tapi karena diam kami yang berbongkah-bongkah bertapa di mulut kami.
Setelah pertunjukan dari CCL Bandung, (24/06) di gelar di Graha Budaya, Jakabaring, maka Teater Studio Indonesia bekerja sama Teater Alam yang didukung oleh Dewan Kesenian Sumatera Selatan dan Federasi Teater Sumatera Selatan akan mementaskan Perempuan Gerabah atawa Ritus Kawin Tanah karya dan sutradara Nandang Aradea selama dua hari 26 dan 27 Juni, pukul 14.00.
Dalam bulan Juni 2009 ini, gedung pertunjukan Graha Budaya, Taman Budaya Jakabaring bakal diwarnai dua pertunjukan dari luar Sumatera Selatan, yakni CCL (Celah-Celah Langit) dari Bandung, dan STI (Studio Teater Indonesia) dari Banten.
Diawali dengan pertunjukan dari CCL Bandung, pada Rabu (24/06) mendatang akan menyajikan naskah Air dengan sutradara Iman Soleh. Naskah ini ditulis bersama dengan persepsi yang awalnya disamakan, yakni mengenai alam. Segenap perasaan dan pikiran, yang pada gilirannya terbangun dialektika. Kecemasan, kegelisahan, keinginan untuk bicara kemudian berakumulasi menjadi teks AIR.
Pertemuan Nasional Dewan Kesenian Provinsi se Indonesia, 21-23 Mei 2009 di Malang, yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur merupakan tindaklanjut pertemuan Dewan Kesenian Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun lalu, yang sempat menelurkan beberapa butir rekomendasi, yang salah satunya adalah persoalan payung hukum.
Penyair memiliki kata tersendiri yang pada gilirannya akan menjadi bahasa tersendiri pula sebagai sebuah komunikasi, yakni bahasa puisi yang merupakan salah satu wujud kreatifitas dalam seni sastra. Itu sebabnya penyair harus pandai mengolah kata melalui diksi-diksi yang dipilihnya. Seorang penyair mungkin tidak dapat menghindari untuk memakai bahasa sehari-hari. Akan tetapi, di tangan penyairlah bahasa sehari-hari itu diberi makna baru.