Senja kemarin kita berjalan terpisah
tidak seperti angin dan rasa dingin.
Saat ini ciuman dan birahi yang merasuki diri kita
kita tegak lurus di dalam pintu rahim.
Kembali kepadamu saat ini sangat memungkinkan
karena ruhku sedang terbakar.
Apa? Kauingin mengetahui apa yang sedang ingin kukatakan.
kaumemang selalu menggiurkan setiapkali kuingin menjangkaumu
dan hatiku penuh kautanami kembang
bermandi sebelum senja.
Kaubiarkan Itu tetap bertahan
sebelum kita memang terpisah
di antara angin dan rasa dingin
Kemarin senja segenap keriangan
dan tawa-tawa kecil
kita buka pintu
berjalan tanpa terpisah
Hah? Sebuah cinta telah menunggu kita sejak lama
Ah, kita membuat diri bertambah malu.
2008
0 komentar:
Poskan Komentar